Translate

Minggu, 12 Oktober 2014

Canon FL vs Canon FD

Banyak orang bertanya, apa sih bedanya canon FL dan FD? Dari mount sama saja perbedaanya bentuk keduanya
Persamaan:
-sama-sama memiliki mount FD
-susnan optic hampir sama jadi bila kamu punya lensa canon FL dan optiknya fog, bisa diganti dengan lensa canon fd dengan fokal yg sama misal, 50mm f1.8 FL bisa menggunakan optik canon FD 50mm f1.8 bahkan canon ex 50mm f1.8
- tebal coating hampir sama
-diameter lensa hampir sama (untuk setiap fokal)
Perbedaan:
-body canon FL lebih kokoh dari canon FD yg mudah korosi bila terkena karat
-canon FL memiliki gelang diafragma didepan sedangkan canon FD dibelakang (ini menguntungakn karena bila mount di oprek ke DSLR lebih mudah dan tidak perlu setting ulang diafragma)
-canon FD sangat sulit dibongkar, karena bodinya sangat rentan terhadap benturan dan mudah penyok saat dibuka, sehingga ring pengunci lensa sering selek dan rusak saat di buka alhasil lensa tidak bisa dibersihkan bila mengalami jamur berbeda dengan lensa FL yg cukup kokoh sehingga lensa mudah dibersihkan tanpa merusak ring pengunci lensa
- body canon FL cenderung agak lebih panjang dibanding body canon FD dan cenderung lebih berat karena bodinya terbuat dari besi yang sangat kokoh jadi lebih enak untuk di chrome dan dicat ulang beda dengan canon FD yang sebagian element terbuat dari plastik sehingga sangat mudah korosi dan agak sulit untuk di re-paint
Sekian penjelasan tentang perbedaan dan persamaan canon FD dan FL. Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 September 2014

DIY Fish Eye Converter Untuk Smartphone

Sesuai dengan judul disini saya ingin berbagi pengalaman saya dengan fish eye converter buatan sendiri dengan modal 15-20rb rupiah. Optik yang saya gunakan adalah bagian tengah lensa proyektor, bisa juga menggunakan lensa lain intinya gunakan optik cekung yang ada dibagian tengah lensa, sedangkan optik bagian depan lensa manapun bisa digunakan untuk makro converter, jadi dengan modal segitu atau bila anda punya lensa rusak asal optik masih oke anda tidak perlu lagi membeli makro/fish eye convetr dengan harga yang cukup mahal, "kan ada jelly lens yang murah???" . Memang harga jelly lens cukup murah, tapi tahukah kamu bila optik jelly lens terbuat dari plastik yang bisa mengurangi kualitas gambar dan terkadang hasilnya buram. Kentungan kita menggunakan converter buatan yaitu kilualitas gambar yang didapat cukup bagus setara dengan converter mahal. Kenapa? Karena bahan yang kita gunakan berasal dari optik lensa yang kualitasnya bagus ditambah lagi optik lensa memiliki coating, apa itu coating? Coating adalah lapiran lensa yang berwarna pelangi bila terkena cahaya, keuntungannya adalah megurangi ghosting dan flare akibat melawan cahaya jadi foto yang dihasilkan tetap tajam walaupun melawan cahaya. Jadi kita memiliki keuntungan dengan harga cukup murah bahkan untuk converter smartphone berharga mahal tidak memiliki coating. So!! Banyak keuntungannya.





Lensa yang saya gunakan adalah lensa ptoyektor merk rollei, lensa dibongkar dan diambil bagian tengah lensa, ambil pipa yg sesuai demgan diameter optik dan cat warna hitam, untuk menempel ke handphone bisa gunakan selotip atau lakban, memang agak repot tapi terbayar dengan kulalitasnya.

Penampakan:






Hasil :



Rabu, 03 September 2014

Uniknya Sony QX 1



Inovasi sony memang tidak ada habisnya, setelah membuat mirorless fullframe pada sony A7 &A7r, serta kehebatan mirorless dengan iso 407.000 pada A7s dan mirorless dengan kecepatan AF tercepat pada A6000. kini sony membuat terobosan baru lagi dengan meluncurkan sony QX.

sony Qx 1yaitu sebuah perangkat kamera yang berbentuk seperti adapter kamera. Sony QX1 kamera lensa modul E-mount tanpa body yang diberitakan oleh SonyAlphaRumors.com. Ini adalah kamera seri QX ketiga setelah QX10 dan QX100. Tapi tidak seperti dua sebelumnya yang menggunakan lensa fixed, Sony QX1 merupakan modul E-mount yang bisa diganti-ganti lensanya menggunakan lensa Sony. Modul tersebut memiliki sensor APS-C, kemungkinan 24MP sensor yang sama dengan A6000 yang memiliki AF sangat cepat. Modul tersebut juga memiliki built-in flash, slot untuk kartu memory dan sebuah tombol untuk mengambil foto secara standalone. Kamera ini unik karena tanpa layar, oleh karena itu layar kamera dihubungakan ke smartphone atau tablet dengan koneksi WiFi, unik bukan. Soal kualitas tenang saja, sony qx 1 ini bersensor APS-C, sensor yg digunakan sama dengan sensor pada mirorless sony A6000 jadi besar sensor sama dengan DSLR jadi tidak perlu khawatir soal kualitas gambar karena setara dengan DSLR. Sony XQ sangat cocok untuk anda yang suka teraveling dan street hunting atau anda yang suka membawa kamera untuk aktifitas sehari-hari tapi tidak ingin repot dengan membawa DSLR yang berat, besar dan memakan tempat pada tas anda. Untuk harga sony QX 1 ini dibandrol dengan harga 300 euro dan 450 euro dwngan lensa kit 16-50.



















Minggu, 24 Agustus 2014

Turbo Lens dan Wide Converter

Banyak orang yg belum mengetahui turbo lens, sekalipun mengerti tentu akan berfikir untuk memilih wide converter karena harganya yang lbh murah. disini saya akan menjelaskan perbedaan serta kekurangan maupun kelebihan dari turbo lens dan wide converter

Wide converter
wide converyer sering kita jumpai di beberapa toko dengan harga yg cukup murah, biasa digunakan untuk anda yang ingin menghasilakan foto sudut lebar tanpa harus memebeli lensa super wide yg harganya sangat mahal, tinggal pasang didepan lensa makan lensa kit anda akan menjadi lebih wide. Prinsip kerja wide converter adalah mengurangi jumlah fokal lensa tergantung angka yang ada di wide converter tersebut, bisa 0.45x,0.5x 0.7x dan seterusnya. contoh anda menggunakan lensa 20mm bila menggunakan wide converter 0.5x maka fokal lensa yang anda gunakan menjadi 10mm (20X0.5=10). Selain itu wide converter juga membuat cahaya yang masuk lebih banyak karena adanya penurunan fokal lensa dan bukaan lensa menjadi lbh lebar contoh f4 bila dipasangkan wide converter 0.5x akan menjadi f2 (4X0.5=2)
kelebihan wide converter
-harganya relatif lebih murah
-lbh ringkas untuk dibawa dari pada harus membawa 2 lensa
- meningkatkan intensitas cahaya yang masuk tanpa mengurangi blur yg dihasilkan
kekurangan wide converter
-muncul vignette terutama pada fokal terendah lensa
-penurunan kualitas dan ketajaman gambar
-terdapat blur dipinggir foto seperti tertarik


Menampilkan PicsArt_1408656302054.jpg
kekurangan wide converter

 


 Turbo Lens

penampakan turbo lens

prinsip turbo lens hampir sama dengan wide converter perbedaanya ada di letak penggunaan dan perhitungan fokal, wide converter dipasang di depan lensa sedangkan turbo lens dipasang dibelakang lensa sealin itu perbedaanya bila wide converter menggunakan perhitungan pengkalian fokal lensa turbo lens beda, fungsinya ialah mengembalikan fokal lensa kembali ke semula akibat crop faktor yg ditimbulkan bila lensa tersebut dipasang di kamera bersensor aps-c, m4/3, nikon cx, foveon dan lain-lain (selain sensor fullframe) contoh dslr dengan sensor aps-c bercropfaktor 1.5 bila dipasangkan lensa 50mm maka akan menjadi 75mm (50x1.5=75). Nah fungsi turbo lens ini ialaj mengembalikan fokal yg tadinya bertambah 75mm kembali menjadi 50mm. jadi anda serasa memakai kamera dengan sensor fullframe. kenapa disebut turbo lens? turbo identik dengan kecepatan, dan selain mengembalikan fokal lensa pemakaian turbo lens dapat memperbanyak intensitas cahaya yg masuk hingga 2stop sehinga dapat menaikan speed/kecepatan rana 2 stop pula

turbo lens

kelebihan turbo lens
-bisa membuat lensa lebih wide seperti semula tanpa menimbulkan vignette bila menggunakan lensa wide karena letak penggunaanya dibelakang lensa
-tidak ada blur di pinggir lensa seperti memakai wide converter
- tidak terlalau berpengaruh pada ketajaman foto seperti menggunakan wide converter

kekurangan
-menggunakan mount yg sesuai dengan kamera jadi tidak sebebas wide converter yang menggunakan mount ulir
-harganya cukup mahal sekitar 2-6 juta

Minolta Rokkor 58mm f/1.4 w/normal adapter @f/1.4
tanpa turbo lens
Fujinon XF 35mm f/1.4 @f/1.4
dengan turbo lens

Jumat, 18 Juli 2014

Lensa Toycam FUJICA M1 Untuk DSLR (DIY)

Ini berawal dari kesukaan saya dengan toycam fujica m1 dengan hasilnya yang menawan dan memang sudah terkenal dikalangn pecinta toycam, namun mengingat fujica M1 adalah kamera analog, masih menggunakan roll film dan harus mencuci scan film tersebut, tentu ini sangat ribet. saya memutar otak untuk tetap menikmati hasil foto dari kamera toycam namun tidak ribet dengan proses cuci scan film. akhirnya saya mencoba untuk memakainya di DSLR, kamera pertama saya menggunakan lumix gf2(mirorless) namun hasilnya sangat mengecewakan dengan kontras dan warna yang pudar tapi tidak ada efek yang keluar, lalu sya mencoba lagi di DSLR canon 600D, tetap saja hasilnya mngecewakan, kembali saya mencobanya kali ini saya tidak ambil lensanya saja tp saya sertakan difragma lensanya namun lensanya tetap saya balik (memang harus dibalik agar flangenya sama agr dapat infinty namun untuk mirorless tidak perlu dibalik). setelah menyertakan diafragmanya dan saya set di f10, hasilnya cukup mengagumkan namun masih dengan kontras yang pudar sehingga saya bermain di speed tinggi untuk meminimalisir kontrasnya dan hindari memotret melawan cahaya langsung maupun tidak langsung.

berikut hasil lensa fujica M1 di DSLR




 

Minggu, 13 Juli 2014

Teknologi Kamera dari Masa ke Masa

Saat ini kita dimanjakan sengan berbagai fitur kamera yang mempermudah pekerjaan kita, tidak seperti jaman analog yang harus mencuci cetak foto terlebih dahulu agar bisa dilihat, tapi pernahkah anda berfikir apa saa fitur" yang pernah ada di dunia fotografi?

Kamera Digital Pertama
Pernahkah kalian berfikir apa kamera digital pertama di dunia? dan berapa mega pixel? merk apa? bentuknya seperti apa?

Kamera digital pertama adalah sony MAVICA, kamera besutan sony ini muncul pada tahun 1981 ini beresolusi 0.3megapixel dan memakai disket sebagai memori penyimpanan foto. selain itu sony mavica masih menggunakan lensa manul (belum mengunakan sistem autofokus). sony mavica sempat menegjutkan banyak pihak namuna karena resolusi foto yang dihasilkan kurang bagus apa lagi untuk keperluan profesional sehinga mavica kurang diminati.
sony mavica pertama
Pemakaian Digital Back
Saat jaman analog merupakan saat yang sangat menyulitkan bagi penggiat foto jurnalistik, saat seorang wartawan dikejar deadline untuk mengirim foto hari itu juga, mencuci foto hingga larut malam merupakan mimpi buruk bagi mereka, sehingga para pemilik media massa cetak berlaih untuk menggunakan digital back ketika kodak meluncurkan digital back pertama dengan kolaborasi bersama nikon.

digital back 35mm
Sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu harganya yang sangat mahal hinga 100 jtaan denganresolusi yang sangat kecil yaitu 1.3 mega pixel. dan membuat bobot kameramenjadi lebih besar dan berat. karena resolusinya yng kurang dari kata cukup, itu sebabnya sistem ini kurang diterima para profesional terutama yang membutuhkan resolusi cetak yang besar.

DSLR Pertama Beresolusi Tinggi
Nikon D100, kamera DSLR pertama dengan resolusi 6.0 mega pixel, kamera ini sekaligus menjadi pendobrak Fotografer untuk beralih ke fotografi digital karena resolusinya yang mencukupi intuk kebutuhan fotografi profesional, D100 diluncurkan pada wal tahun 2002 dan menyedot banyak perhatian dengan resolusinya yang cukup besar.
Nikon D100.jpg
nikon d100
Penggunaan Sensor C-mos
Tahukah kamu kenapa harag DSLR saat ini cukup murah dibanding sebelumnya? itu disebabkan karena sensornya menggunakan sensor c-mos, apa sih itu sensor c-mos? CMOS, memiliki beberapa transistor dalam setiap piksel yang memperkuat dan memindahkan elektron dengan menggunakan kabel. Sensor CMOS lebih fleksibel karena membaca setiap piksel secara individual. Sedangkan CCD dalam membaca nilai dari setiap sel di dalam gambar. Nilai tersebut dikirimkan ke dalam sebuah chip dan sebuah konverter analog ke digital mengubah setiap nilai piksel menjadi nilai digital. danuntuk proses ini CCD perlu alat tambahan sehingga mambuat biaya produksi menjadi lebih mahal dai sensor C-mos.

sensor C-mos (kiri), sensor CCD(kanan)
Lahirnya Kamera Prosumer SuperZoom

kelebihan prosumer superzoom ini adalah rentang zoomnya yang super panjang bisa mencapai 1250mm namun dalam bentuk yang kecil dan mudah dibawa, coba bayangkan bila anda memba dslr dengan lensa 500mm, tentu sangat besar dan berat. inilah istimewanya super zoom, kita bisa memotret objek yang sangat jauh tanpa harus memakai lensa yang berat dan panjang. mungkin anda bertanya-tanya "kok bisa sih?" jawabannya kamera ini mengandalkan crop factor yang dihasilkan dari sensor pocket yang kecil. sehingga lensa 200mm saja bisa menjadi 800mm (fokal 200mm x crop factor 4 = 800mm)tenutnya karena kehebatannya kamera ini tidak takut dikalahkan oleh smartphone karena punya keunggulan tersendiri.
superzoom kamera

Lahirnya Kamera Mirorless
kamera mirorless pertama kali diusung oleh olympus dengan  seri PEN-nya, dahulu banyak yang mentertawakan system mirrorless ini, tapi sekarang banyak produsen yang memproduksi kamera ini.  Menurut saya kamera mirorless adalah kamera masa depan, dan mungkin puluhan tahu kedepan fungsinya dapat menggantikan kamera DSLR dimasa mendatang, kamera Mirrorless ini unik, Menggabungkan ringkasnya kamera pocket dengan kualitas foto yang bagus seperti DSLR karena sensor yang dipakai sama besar. "Kenapa sih kamera mirorless bisa kecil?", kamera ini hanya membuang sistem penta prisma yang membuat ukuran kamera menjadi besar, sehingga ukuran kamera bisa menjadi lebih ringkas dan flange lensa bisa menjadi lebih pendek.

http://triansyahrully.files.wordpress.com/2013/10/wpid-mirror-less-structure-copy.jpg
sistem mirrorless
 Kamera LYTRO
Menurut saya kamera ini juga angat unik, biasanya kita menentukan blur baru menjepret, dengan lytro kita menjepret dahulu baru menentukan blur dan fokus.
kamera lytro 
Fitur WiFi
Bila Fitur Wifi dahulu hanya ada di laptop dan Handphone untuk berinternet, kini kamera juga memiliki fitur Wifi, apakah juga untuk mengakses internet? lebih dari itu banyak hal dapat dilakukan dari kamera berfitur Wifi, selain untuk mengirim foto langsung ke gadget anda langsung tanpa melalui proses transfer ke komputer tapi anad juga bisa memaki samartphone atau tab anda menjadi remote control untuk kamera, yang benar??? benar, tak hanya membidik dan menjepret dengan layar hanphone tetapi juga mengatur iso,speed dan diafragma walaupun jarak anda beberapa meter dari kamera. Untuk bukti anda dapat menonton http://www.youtube.com/watch?v=peEM9aB58f0
penggunaan smartphone sebagai remote control
berikut adalah fitur kamera dari masa kemasa, semoga bisa menambah pengetahuan dan berguna bagi anda, mohon koreksi anda bila ada kesalahan dari informasi saya, terima kasih.

Sabtu, 07 Juni 2014

Perbedaan NOISE dan GRAIN

Dulu dalam forum fotografi ada yang menulis "NoisiGrainy" dan itu ditulis dibawah ftonya yang berasal dari kamera digital, tidak hanya dia, tapi beberapa orang juga menganggap noise dan grain itu sama.

Dsini saya ingin meluruskan bahwa noise dan grain itu beda, walaupun mereka sama" akibat dari penggunaan iso tinggi dan menimbulkan bintik pada foto dan menyebabkan foto mudah pecah dalam proses pembesara foto.

Noise
Arti kata noise berarti gangguan. Noise bisa didefinisikan sebagai Pixel yang tidak pada tempatnya.  Noise dihasilkan pada imaji yang menggunakan ISO tinggi, seperti ISO 800 - ISO 25.600 keatas. Seiring dengan perkembangan teknologi kamera digital, banyak DLSR yang menggunakan teknologi resolusi tinggi untuk mengurangi noise di ISO tinggi.

Bagaimanapun noise ini tetap saja kurang sedap dipandang. Maka dari itu kebanyakan fotografer lebih memilih mengurangi noise dengan software-software tertentu seperti Noise Ninja, atau Nik Define. Pun demikian dengan produsen kamera digital, mereka menanamkan teknologi noise reduction di dalam kamera.
http://blog.carlchapman.com/wp-content/uploads/2011/07/canon-g12-noise-shots-4EV.jpg
tingkatan noise tergantung ISO



http://i.i.cbsi.com/cnwk.1d/i/tim/2011/10/06/34853488_SIC1_1550.png
noise pada foto

 Noise menyebabkan foto menjadi tidak tajam dan mudah pecah bila diperbesar dan terlihat kasar dan tidak tajam.


Grain

berbeda dengan grain. Dalam buku The Visual Dictionary of Photography terbitan Ava Academia, halaman 135, disebutkan bahwa grain merupakan bintik-bintik hasil sensitivitas emulsi film (negatif) yang membentuk sebuah imaji utuh setelah melewati proses kimia. Besar kecilnya bintik-bintik pembentuk Foto ini tergantung pada ISO film tersebut. Semakin besar ISO-nya semakin besar pula grainnya. Dengan pengertian seperti ini grain hanya berlaku di era fotografi film namun grain pada film-film ISO 800 ke atas justru menjadi primadona para fotografer fine art.

Grain bila diperbesar tidak sejelek noise, from fototiptrik.blogspot

foto diatas menggunakan film iso 400, dan menimbulkan grain atau bintik