Translate

Sabtu, 31 Mei 2014

FOTOGRAFI dan EDITING (FOTOGRAFER KOK ANTI EDITING???)

Dunia digital memberikan kemudahan bagi semua aspek termasuk fotografi. Fotografi digital memberikan kemudahan dan kecepatan mendapatkan gambar tanpa harus mencuci cetak, tinggal jepret kita bisa langsung melihat gambar di layar kamera dan bila melakukan kesalahn dalam memotret, tenang!!! ada PHOTOSHOP yang visa memeperbaiki foto baik over/under, warna yang pudar dan wajah model yang berbintik, berjerawat atau tahi lalat yang menganggu. dengan PhotoShop fotografer bisa menghemat waktu dan budget, bila terjadi kesalahan dalam memotret tidak perlu memotret ulang, bisa diperbaiki oleh photoshop tapi hanya sebatas warna, angle, efect dll.

SEJARAH  PHOTOSHOP

Semuanya bermula pada tahun 1987 saat Thomas Knoll, seorang kandidat doktor di Universitas Michigan, membuat sebuah program untuk menampilkan gambar berwarna grayscale di monitor monokrom. Program yang disusun di bawah platform Macintosh ini diberi nama ‘Display’. Thomas Knoll lalu memperlihatkan program ini pada saudara kandungnya, John Knoll, yang bekerja sebagai ahli efek visual di Industrial Light & Magic. John Knoll (pemenang piala Oscar tahun 1989 untuk kategori efek visual terbaik dalam film 'The Abyss' yang juga turut menggarap film 'Star Wars' dan 'Star Trek') langsung tertarik dengan program ini dan menyarankan Thomas mengembangkannya sebagai program olah gambar.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll
Untuk lebih serius menggarap program, Thomas Knoll mengambil cuti studi 6 bulan dan mengajak saudaranya, John Knoll untuk bekerjasama. Pada 1988, mereka merilis program olah gambar tersebut yang diberi nama ‘ImagePro’ yang kemudian diganti lagi menjadi ‘Photoshop’. Debut awal Photoshop di pasaran terjadi saat Thomas dan John Knoll bersepakat dengan produsen pemindai gambar/scanner Barneyscan untuk menyisipkan program itu dalam paket penjualan pemindai Barneyscan XP.

Tak cukup sampai di situ, John Knoll lalu mencoba mencari peruntungan di kawasan industri terkenal ‘Silicon Valley’. Di sini dia mendemonstrasikan keunggulan program Photoshop kepada Apple Computer Inc dan Adobe. Pihak Adobe pun akhirnya kepincut dan pada bulan September 1988 membeli lisensi program itu.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Bulan Februari 1990, Adobe secara resmi meluncurkan program Adobe Photoshop versi 1.0 berkapasitas sama dengan sekeping floppy disk (1,4 Mb) yang hanya bisa dioperasikan untuk komputer ber-platform Macintosh. Dan, sejak itulah program ini mulai mencatat sejarah hingga menjadi salah satu masterpiece di dunia teknologi informasi.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 2.0 dirilis pada Juni 1991 yang lagi-lagi hanya bisa dioperasikan di bawah platform Macintosh. Selanjutnya pada November 1992, dirilis versi 2.5 yang kompatibel untuk platform Windows, IRIX dan Solaris.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 3.0 dirilis pada September 1994 di mana dalam versi ini mulai diperkenalkan fitur 'Layer' dan 'Palette' dengan tab-tab terpisah.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 4.0 dirilis pada November 1996 di mana dalam versi ini diperkenalkan fitur 'Actions'. Selain itu fitur 'Layer' lebih disempurnakan.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 5.0 dirilis pada Mei 1998. Dalam versi ini diperkenalkan fitur ‘History’ yang digunakan untuk membatalkan beberapa perintah yang dieksekusi sebelumnya. Selain itu diperkenalkan pula tool ‘Magnetic Lasso’ dan ‘Type’. Bulan Februari 1999 versi 5.5 diluncurkan dan kali ini dilengkapi dengan program tambahan 'ImageReady'.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 6.0 dirilis pada September 2000. Dalam versi ini tampilan user interface-nya lebih disempurnakan dan sejumlah fitur seperti ‘Liquify’ dan ‘Vector Shapes’ telah ditambahkan. Maret 2001, Photoshop di-update ke versi 6.0.1.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop 7.0 dirilis pada Maret 2002. Dalam versi ini tool ‘Type’ lebih disempurnakan dan ditambah lagi dengan diperkenalkannya tool ‘Healing Brush’. Bulan Agustus 2002, versi 7.0.1 diluncurkan dengan menyertakan plug-in 'Camera RAW' 1.x.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop CS (8.0) dirilis pada Oktober 2003. Dalam versi ini plug-in 'Camera RAW' di-update ke versi 2.x. Tool ‘Slice’ lebih disempurnakan. Fungsi ‘Shadow\Highlight’ dan ‘Match Color’ ditambahkan. Selain itu ada juga filter ‘Lens Blur’ dan ‘Smart Guides’. Pada versi ini logo telah dirubah dan nama produk Photoshop menjadi Adobe Creative Suite (CS) dan sejak itu pula paket penjualan Photoshop telah dibundel dengan produk Adobe lainnya seperti Adobe Illustrator, Adobe InDesign, Adobe GoLive, Adobe Acrobat Professional, Version Cue, Adobe Bridge , Adobe Stock Photos dan Dreamweaver 8.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop CS2 (9.0) dirilis pada April 2005. Dalam versi ini plug-in Camera RAW di-update ke versi 3.x dan ditambah lagi beberapa fitur seperti: ‘Smart Objects’, ‘Image Warp’, ‘Lens Correction’, ‘Smart Sharpen’, ‘Vanishing Point’, ‘New Spot healing brush’ dan ‘Red-Eye tools’.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop CS3 (10.0) dirilis pada April 2007. Dalam versi ini user interface-nya lebih ditingkatkan dan ditambahkan sejumlah fitur seperti ‘Smart Filters’, ‘Refine Edge’, ‘Auto bend Layers’, ‘Auto Align Layers’, dan ‘Black and White Conversion’. Logo produk juga dirubah menjadi inisial ‘PS’ saja.

Flickr, Adobe, Photoshop, CS, Thomas and John Knoll

Adobe Photoshop CS4 (11.0) dirilis pada Oktober 2008. Di antara beberapa fitur terbarunya adalah: kemampuan mengolah gambar 3 dimensi, kemampuan menambahkan aksi pada sebuah gambar tanpa mengubah atau merusak file asli, ditambahkan tool 'Content Aware Scaling' yang berfungsi otomatis menyusun ulang sebuah gambar saat ukuran diubah (resized), dan masih banyak lagi

Dan yang terbaru dikeluarkan pada tahun 2010 Adobe Photoshop CS5  











Photoshop CS5 diluncurkan pada tanggal 12 April 2010. Dalam sebuah video yang diposting di halaman resmi Facebook nya, tim pengembangan mengungkapkan teknologi baru dalam pengembangan, termasuk tiga sikat dimensi dan alat warping.Sebuah versi dari Adobe Photoshop CS5 Extended digunakan untuk Beta prerelease (dikenal sebagai "White Rabbit"). Sekelompok besar pengguna Photoshop dipilih diundang untuk pengujian beta pada pertengahan Februari 2010.

Saat ini Thomas dan John Knoll bekerja di Adobe. Kalau diperhatikan, nama mereka selalu terpampang saat kita membuka aplikasi software Adobe Photoshop. Sambil terus mengembangkan Photoshop, John masih disibukan dengan profesinya sebagai Visual Effect Supervisor di ILM. Beberapa film science fiction terkenal yang pernah ditangani John antara lain 

KATANYA ANALOG NGGAK ADA PROSES EDITING

Kata siapa??????? dalam fotografi analog pun ada proses editing seperti penggunaan kimia (merk dan jenis), waktu pemrosesan,  jenis film dll. Dalam Fotografi analog, penggunaan kimia dan fixer memperngaruhi hasil dari foto walaupun kamera dan film yang digunakan sama, itu sebabnya fotografer jaman dulu mempunyai langganan lab foto sendiri untuk mencuci cetak foto mereka.

Dalam penggunaan kimia, dikenal istilah dengan cross proses yaitu proces silang antara roll film yang digunakan dengan kimia yang digunakan dimana roll film negatif dicuci dengan kimia C41 dan roll film slide atau positif menggunakan kimia E6, disilang!!!!

http://crossprocessing.info/images/cross.png
cross process














Selain itu waktu pemrosesan juga merupakan editing atau photoshop ala analog, kenapa? karena lama pemrosesan juga berpengaruh pada kontras,brightess dan warna dari foto dalam waktu pemrosesan dikenal dengan istilah PUSH dan PULL. PUSH berarti menaikan kontras sehingga foto yang dihasilkan lebih terang dengan cara memperlama waktu pemrosesan diatas waktu normal dan PULL berarti menurunkan kontras sehingga foto yang dihasilkan lebih gelap dengan cara mempercepat waktu pemrosesan dibawah waktu normal, ini sama saja seperti menggunakan fitur brightess and contrast pada photoshop.



wartawan jama dulu sering menggunakan cara ini bila sedang terdesak, misalakan film yang ada pada kamera hanya iso 200, dan ternyata tempat pemotretan indor dan tidak boleh menggunakan flash, maka hal ini dikali dengan cara mem-push  film pada saat pemrosesan.

untuk croping dan pembesaran fotografi analog juga punya alat untuk ini, alat ini disebut Enlarger
http://www.edwardmoss.co.uk/images/uploads/News/enlarger1.jpg

dan masih banyak  lagi cara-cara dalam editing ala fotografi analog
So, bila kalian bilang fotografi analog itu jujur tidak seperti digital yang bisa melakukan editing, kata siapa? analog juga bisa

IHH PAKE PHOTOSHOP, KAYA ANAK MUDA JAMAN SEKARANG DIKIT-DIKIT PHOTOSHOP

Ada yang salah dengan penggunaan photoshop? kata siapa anak muda jaman sekarang dikit-dikit pakai photoshop? kenyataanya tidak banyak anak muda yang bisa mengoperasikan photoshop, dan rata- rata orang yang berbicara seperti itu adalah orang yang tidak menguasai photoshop.

Seberapa penting Photoshop?????
Sangat penting, tidak hanya untuk fotografi advertising/periklanan dan model, dalam jurnalis pun photoshop sering digunakan. bahkan bila kita mencetak foto di lab, orang lab akan memasukan foto tersebut ke photoshop sebelum dicetak dan mengatur kontras foto sebelum dicetak

Bagai mana fotografi tanpa photshop????
Entah apa yang harus dibayangkan, bila model sedang berjerawat kita harus mengganti modelnya dengan karakter wajah yang hampir sama, itu sulitttt...... bila foto yang dihasilkan gagal, sang fotografer harus melakukan pemotretan ulang, itu sangat tidak efisien dari segi waktu dan budget

PENGGUNAAN FORMAT JPEG PADA KAMERA JUGA TERMASUK EDITING
Ada seorang fotografer berkata "ah fotonya nggak asli nih pake photoshop, kaya gue dong asli langsung dari kamera". Arbain Rambey mengatakan "Foto asli itu yang seperti apa ? penggunaan Flash juga termasuk editing karena aslinya gelap, selain itu penggunaan white balance juga termasuk editing karena merubah warna foto" dan beliau menambahkan "penggunaan format jpeg itu pun termasuk editing karena dalam kamera juga ada proses editing dari kamera itu sendiri"

http://www.outdoorsphotography.co.uk/wp-content/uploads/2013/05/camera-file-process-chart1.png
proses format jpeg pada kamera


Perbedaan penggunaan format jpeg dan raw

http://pixxel-blog.de/wp-content/uploads/2011/04/150411_vergleich_003.jpg
format raw dan jpeg
















Setelah uraian diatas so masing menanggap editing itu memalukan? masih malu menggunakan photoshop atau memang anda tidak menguasainya? masih menganggap editing itu hanya ada pada fotografi digital saja? dan APASIH FOTO ASLI ITU?

Kamis, 15 Mei 2014

Kaitan Fotografi dan Public Relations

Banyak orang yang bertanya, "anak PR kok megang kamera?, untuk apa?" dan saat saya mengajar dikelas fotografi dan dokumentasi PR sebagai asisten dosen, saya banyak menemui mahasiswa/i PR yang tidak begitu antusias dengan fotografi dan menganggap fotografi tak ada kaitannya dengan perkerjaan mereka nanti sebagai PR, ada yang bertanya pul "kak, kita kan PR. Kok belajar foto?". Bagi mereka fotografi tidak penting untuk dipelajari sebagai PR bahakan menurut mereka tidak ada kaitannya sama sekali, menurut mereka Kerjaan PR yaitu, publik speaking, media relations dan meemanage citra organisasi

Mungkin ada benarnya, kamera jaman sekarang sudah canggih, tinggak jepret hasilnya sudah bagus dengan sendirinya dan banyak software edititing instan yang menawarkanmkemudahaan dalam mengedit foto, tapi apakah hanya sebatas kualitas foto yang bagus?

Media Relations
Dalam kegiatan media relations tentu kita akan membuat press release, news letter atau kegiatan publisitas PR lainnya yang memerlukan foto. Menurut frank jefkins di dalam buku public relation foto berfungsi untuk memperkuat isi tulisan dan tentunya membuat press release atau news letter tersebut menjadi lebih menarik, pernah dngar kata- kata "1 Foto menceritakan ribuan kata"  dimana fungsi foto untuk memprejelas agar kita tau situasi, kondisi dan apa yang digambarkan tanpa harus mengeluarkan banyak kata. Nah!!!!!! bila kita tidak mengerti foto, bagaimana kita bisa menghasilkan foto yang mengandung unsur 5W+1H? lalu bagai mana kita mempercantik press release atau mempertegas isinya dengan foto bila kita tidak paham soal foto? tentu kita harus paham dulu mengenai cara membuat foto yang baik untuk dimasukan ke media PR yang kita buat.Disini jelas fotografi memiliki peran dalam media PR


Keperluan Dokumentasi
Seorang PR sering mengadakan sebuah acara atau event untuk membangun citra organisasi klien atau tempat mereka bekerja, dalam kegiatan event tentu perlu merekam dan mengabadikan event tersebut sebagai keperluan dokumentasi seperti foto dan video. Mendokumentasikan suatu acara memang terlihat mudah hanya jepret... jepret.. dan jepret.....! Apa benar? setelah event tersebut selesai apa yang dilakukan ? membuat laporan dan membutuhkan foto hasil dokumentasi, namun bila kita tidak paham cara memotret yang benar, bagai man hasilnya? Seperti yang saya bilang tadi foto yang baik harus mengandung 5W+1H, apalagi kita mendokumentasikan yang nantinya foto dalam laporan tersebut akan mempertegas situasi event, waktu dan tempat, kondisi (ilustrasi dalam sebuah liputan) dan yang terpenting sebagai alat bukti. selain itu nantinya foto-foto tersebut bisa juga dimuat dalam media massa atau akan digunakan lagi untuk keperluan company profile atau media PR yang lain, itu sebabnya foto dokumentasi juga harus memiliki nilai estetika, tidak asal jepret....!!!
kita Seorang PR memiliki tugas untuk membangun citra postif melalui media PR, tapi apa bisa dengan foto jelek yang dimuat di media PR tersebut?

Pentingkah Fotografi untuk seorang PR?
Menurut saya sangat penting, wlalupun setidaknya tidak bisa mengoperasikan kamera dengan baik atau memahami fotografi secara detail, namun setidaknya seorang PR harus tau cara menyortir foto untuk keperluan PR, dan tau foto yang mengandung usur 5W+1H, karena kelebihan fotografi adalah mampu merekam peristiwa yang aktual dan membentuk sebuah citra di dalamnya.  apabila foto tidak disajikan dengan baik, maka foto tersebut tidak bisa menyampaikan pesan dengan baik.

Apakah hanya itu saja keperluan fotografi untuk PR? sebenarnya masih banyak lagi, fotografi adalah sebuah pesan non verbal dan pesan non verbal ini berfungsi untuk memperkuat pesan verbal, itu sebabnya PR dan Fotografi sangat berkaitan

Contoh Kasus
Ketika saya magang di 2 perusahaan yang berbeda, saya merasakan langsung fungsi fotografi dalam kegiatan PR, pada sebuah perusahaan property, saya diminta membuat company profile, brosur dan news letter dengan foto yang hasu baru. dalam company profile tersebut saya harus menunjukan kegiatan yang dilakukan perusahaan, seperti apa suasana kantor dan iklim kerja melalui foto. disini saya belajar memotret sampai menyortir dan menyajikan foto dalam sebuah company profile. Setelah itu saya magang di salah satu perusahaan Media cetak terbesar di indonesia, disini saya diberi perkejaan mendokumentasikan sebuah event, dan saat saya mendokumentasikannya, hasil foto- foto tersebut dimuat di sebuah koran tempat saya magang. padahal sebelumnya mereka selalu menggunakan wartawan untuk meliput acara mereka. Andaikan saya tidak bisa memotret, mungkin pekerjaan saya saat magang hanya jadi photocopy, apa itu yanhg dilakukan seorang mahasiswa jurusan PR???


Selasa, 06 Mei 2014

Sensor Melengkung Sony (Curved Sensor)


Apakah yang terbenak di pikiran anda dengan sensor yang dibuat melengkung?

Mungkin agak terdengar aneh, sensor yang dibuat melengkung ini bukan tanpa alasan namun juga memiliki fungsi. Lalu apa fungsinya ?

ilustrasi bentuk curved sensor

Sensor yang sedag dikembangkan oleh sony yang akan ditanamkan pada kamera pocket fullframe terbarunya sony RX 2. Penerus sony RX 1 ini tetap menggunakan sensor full frame dan lensa yang sama, lalu apa yang berbeda? selain nukaan lensa yang diperbesar menjadi F1.8, sony juga membenamkan sensor melengkung. seperti kata saya tadi pembuatan sensor melengkung ini bukan tanpa alasan, lalu apa fungsinya?
pendahulu sony RX 2



Menurut perbincangan di sony alpha rumor fungsi dari sensor tersebut adalah untuk mengurangi distorsi yang dihasilkan oleh lensa 35mm yang menyebabkan efek melengkung pada foto. Lensa 35mm adalah lensa yang menurut saya "tanggung" kenapa? karena lensa 35mm kurang wide bila dipakai untuk foto pemandangan dan kurang bagus pula untuk foto close up karena efek lengkunganya membuat wajah terlihat "peang" dan jelek. Tentu pembenaman lensa 35mm yang tidak dapat dicopot dan dipasang ini memebuat orang (yang mengerti) akan enggan untuk membeli kamera RX 1 ini apalagi kamaera ini ditujukan kepada fotografer profesional. Namun sony memperhatikan dan melihat kekurangan ini lalu memperbaikinya pada sony RX2 dengan membuat curved sensor (melengkung) dengan tujuan mengurangi distorsi pada lensa layaknya memakai lensa tilt n' shift, dan menurut pengamatan saya sensor yang diusung sony ingin meminimalisr lengungan dengan membuat lengkungan pula pada sensornya jadi foto yang dihasilkan lebih minim distorsi, ini seperti menarik pixel foto pada photoshop diman gedung yang terlihat miring dapat ditarik kekiri atau kekanan agar lurus sejajar.
prinsip curved sensor
curved sensor yang diusung sony

Shift-Function-Correction.jpg (823×278)
ilustrasi perbaikan distorsi yang ditimbulkan oleh curved sensor, layaknya memakai lensa tilt n' shift atau memakai cara menarik pixel pada foto dengan photoshop

selain itu fungsi dari sensor melengkung ini adalah mempertajam gambar terutama di pinngir foto, sensor melengkung ini katanya dapat mempertajam gambar di seluruh sisi bahkan pinggir foto, berbeda dengan sensor konvensional, sensor konvensional hany tajam pada bagian tengah karena pixel berkumpul ditengah sehingga lebih padat di tengah daripada dipinggir foto

ilustrasi hasil gambar dari sensor konvensional,, terdapat blur dipinggir foto 

ilustrasi hasil gambar sensor melengkung, tajam secara merata 
Tentunya menurut saya ini merupaka inovasi yang unik dimana sensor dibuat melengkung, dari era analog film hingga digital sensor selalu dibuat datar. Padahal sebelum RX 1 ada banyak kamera analog dengan lensa 35mm yang tidak dapat diganti-ganti  seperti fujica M1, olympus SP, canonet dan kamera pocket analog berlensa fix 35mm lain yang tidak terfikir untuk meminimalisir distorsinya.